Bikin Heboh, Bill Gates Tolak Paham 'Kiamat Iklim' dan Sebut Manusia Punya Solusinya
JAKARTA – Pendiri Microsoft sekaligus filantropis, Bill Gates, kembali membuat heboh komunitas iklim global. Dalam beberapa kesempatan, Gates secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak lagi percaya pada narasi "kiamat iklim" atau sebuah skenario akhir dunia yang tak terhindarkan akibat pemanasan global.
Pernyataannya ini sering dianggap kontroversial karena ia adalah salah satu investor terbesar di dunia yang berfokus pada teknologi iklim. Namun, sikap Gates bukanlah penyangkalan terhadap bahaya perubahan iklim.
Sebaliknya, Bill Gates memposisikan dirinya sebagai seorang "techno-optimist" (optimis terhadap teknologi).
"Saya tidak berpikir bahwa akhir dunia sudah pasti terjadi," ujar Gates dalam beberapa wawancara, merujuk pada pandangan "doomerisme" iklim (paham kiamat) yang menyebut bahwa manusia sudah terlambat untuk bertindak.
Bagi Gates, ancaman perubahan iklim adalah masalah rekayasa (engineering problem) terbesar yang pernah dihadapi manusia, dan seperti masalah rekayasa lainnya, masalah ini memiliki solusi.
Melalui bukunya "How to Avoid a Climate Disaster" dan lembaga investasinya, Breakthrough Energy, Gates berpendapat bahwa keputusasaan adalah musuh kemajuan. Ia percaya bahwa "kiamat" bisa dihindari jika dunia berfokus pada satu hal: Inovasi.
Gates berargumen bahwa solusi saat ini seperti panel surya dan mobil listrik tidak akan cukup untuk men-dekarbonisasi seluruh ekonomi global. Dunia, menurutnya, membutuhkan terobosan baru di sektor-sektor "sulit" seperti produksi baja, semen, dan pupuk.
"Kita tidak akan menyelesaikan masalah ini hanya dengan menanam pohon atau mengurangi konsumsi. Kita perlu menemukan cara baru untuk melakukan dekarbonisasi di setiap sektor industri," tegasnya.
Karena itulah, alih-alih berfokus pada skenario terburuk, Gates menyalurkan miliaran dolar untuk mendanai penelitian energi nuklir generasi baru, teknologi penangkapan karbon (carbon capture), dan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan.
Sikap optimis Gates ini seringkali memicu perdebatan. Sebagian aktivis iklim menganggapnya meremehkan urgensi krisis, sementara para ilmuwan dan insinyur melihatnya sebagai seruan realistis untuk fokus pada penciptaan solusi teknologi yang nyata.
Bagaimana Reaksi Tanggapanmu?