
Lawanarus.com, Tasikmalaya.
Pemberitaan mengenai dugaan pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kurangnya transparansi pada proyek Revitalisasi SDN Sukasari, Kabupaten Tasikmalaya, sempat menjadi sorotan publik. Namun, hasil penelusuran lapangan yang dilakukan sejumlah awak media menunjukkan temuan yang berbeda dari dugaan yang sebelumnya beredar, Minggu, ( 19/7/26).
Tim media dari berbagai perusahaan pers mendatangi langsung lokasi proyek untuk memastikan kondisi di lapangan. Saat tiba, para pekerja diketahui sedang beristirahat.

Salah seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi penyebab tidak semua pekerja mengenakan perlengkapan K3 secara lengkap saat pertama kali dilihat.
“Kami sedang istirahat ketika mereka datang. Saat pekerjaan berlangsung, kami menggunakan perlengkapan K3 sesuai ketentuan,” ujarnya.
Penjelasan serupa disampaikan Kepala SDN Sukasari, Dede Darusman, yang saat itu berada di lokasi proyek. Menurutnya, anggapan bahwa ketua pelaksana proyek menghindari wartawan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Ketika rekan-rekan media datang, ketua pelaksana memang sedang tidak berada di lokasi. Jadi, bukan menghindar,” katanya.
Setelah aktivitas pekerjaan kembali dimulai, tim media mengamati para pekerja mengenakan perlengkapan K3 saat bekerja. Selain itu, pelaksanaan proyek juga disebut melibatkan pihak-pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Hasil penelusuran ini menunjukkan pentingnya verifikasi langsung di lapangan sebelum menarik kesimpulan atas suatu peristiwa. Dalam praktik jurnalistik, setiap informasi perlu diuji melalui observasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar pemberitaan tetap akurat, berimbang, dan memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.
Masyarakat diharapkan menyikapi setiap informasi yang beredar secara kritis dan menunggu hasil klarifikasi maupun verifikasi dari berbagai pihak sebelum membentuk penilaian.
Redaksi




