
JAKARTA, LAWANARUS.COM — Aroma tidak sedap mulai tercium dari proyek pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, secara terbuka melontarkan kritik tajam dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan menyelidiki rekam jejak para petinggi di Badan Gizi Nasional (BGN) guna mencegah potensi kerugian negara.
Polemik ini mencuat setelah publik mempertanyakan transparansi dan urgensi pengadaan unit motor listrik dalam jumlah besar untuk program makan bergizi gratis. Said Didu, yang dikenal vokal dalam mengawal kebijakan publik, mencium adanya ketidakharmonisan antara kebutuhan di lapangan dengan spesifikasi serta penunjukan mitra pengadaan yang dianggap mendadak. Ia menegaskan bahwa jabatan strategis di BGN seharusnya diisi oleh sosok dengan rekam jejak bersih, bukan mereka yang memiliki beban masa lalu dalam pengelolaan anggaran negara.
Secara kritis, kebijakan ini dipandang sebagai ujian perdana bagi pemerintahan Prabowo dalam menjaga integritas program unggulannya. Jika pengadaan alat transportasi penunjang gizi ini tidak diaudit sejak dini, dikhawatirkan proyek ini hanya akan menjadi ladang “bancakan” baru bagi para pemburu rente. Penekanan pada rekam jejak “Bos BGN” menjadi krusial karena lembaga ini memegang anggaran fantastis yang bersumber langsung dari pajak rakyat.
Said Didu mengingatkan agar Presiden tidak hanya fokus pada realisasi program, tetapi juga waspada terhadap “penumpang gelap” yang mencoba memanfaatkan momentum transisi energi hijau melalui motor listrik. Ia menuntut adanya transparansi mengenai proses lelang dan spesifikasi kendaraan yang dipesan, agar sesuai dengan fakta kebutuhan di desa-desa yang menjadi target sasaran gizi, bukan sekadar proyek pencitraan industri.
Hingga saat ini, publik masih menunggu respons resmi dari pihak Badan Gizi Nasional terkait tudingan dan permintaan audit tersebut. Lawan Arus akan terus memantau apakah investigasi mendalam akan dilakukan ataukah polemik ini akan menguap begitu saja di tengah ambisi besar swasembada gizi nasional.
Sumber: Pernyataan Publik Muhammad Said Didu / Laporan Pemantauan Anggaran Independen.
